web stats
Sabtu, 02 November 2013

Analisis Mendalam Soal Curcol

Kalian bisa nggak ngebayangin kayak apa sekarang perasaan buku diary? Dia mulai ditingalin. Mulai kamu anggurin. Bahkan mungkin ketika kamu ditanya gimana keadaan buku diary terakhirmu sekarang, kamu nggak bisa jawab.


Memang buku diary jadi terlupakan, termarjinalkan, karena kehadiran social media yang begitu memanjakan. Sekarang, curhat nggak butuh lagi buku diary. Karena sekarang ada…

Yak. Curhat zaman sekarang semudah menekan tombol RT di smartphone. Ya dengan ditambahin “RTbkncrcl” (singkatan gawl dari RT bukan curcol) di depannya biar nggak keliatan curcol banget.
Namun kenyataannya, segitu mudahnya curhat aja, masih ada banyak orang yang nggak berani curcol. Harus mikir berkali-kali dulu. Takut ketauan. Aneh. Dia pengin perasaannya itu diketahui sama sang target, tapi terlalu takut untuk –bahkan cuma– ngasih kode.
Gara-gara fenomena tadi, jadilah ada beberapa tingkatan curcol yang terbagi:

Lewat nomention.
Orang dengan tipe ini adalah orang-orang yang mendekati frontal. Iyak, cuma mendekati, tapi nggak dijadiin pacar. Kan kasian ya si frontal didekati doang, nggak dipacarin. Hih, PHP!
Oke, kembali ke topik. Frontal tak sanggup, terlalu terselubung takut si doinya nggak baca. Makanya, hanya dengan nomention-lah dia berani. Cara tau kodenya nyampe apa nggak, si dianya merasa atau nggak, terus bales nomention juga apa nggak.
Sayangnya, nomention ini sering nyasar. Siapa yang di-nomention-in, siapa yang ngerasa. Lalu drama. Begitu.
Lewat ReTweet
Gambar: designsheck.net
Gambar: designsheck.net
Orang dengan tipe ini bisa dibilang tipe penakut, pemalu, sekaligus males.
Tapi untuk beberapa kasus, nggak bisa disebut males juga sih. Ketika dia pengin curcol, dia akan stalking akun-akun favoritnya dan nyari twit yang lagi pas sama dia, terus di-RT. Itu membutuhkan effort lebih, nggak bisa dibilang males.
Biasanya, ketika curcol lewat RT tapi nggak mau ketauan lagi curcol sering ditambahin embel-embel di belakang “RT”-nya. Misalnya:
RTwk, RTlol, RThaha, RTnih!
Ada juga yang ngedit-ngedit twitnya biar sama banget sama yang pengin dia curcolin, yaitu dengan menggunakan…
RTedit, RTedt, atau RediT
Hadeuh.
Lewat Favorite
Ketika kamu nggak berani mention, nomention-lah. Ketika nggak berani nomention, RT-lah. Ketika nggak berani RT, favorite aja deh.
favorite
Tapi nge-fav twit ini bukan melulu karena masalah berani atau nggaknya. Biasanya, yang melakukan curcol dengan tipe ini adalah orang yang sering dituduh curcol sama orang lain ketika dia lagi nggak curcol. Misalnya ketika dia nge-RT biasa nggak ada maksud curcol, dia dicengin sama temen-temennya disangka curhat. Tapi sayangnya, sekalinya dia nge-RT dengan maksud curhat, nggak dipekain juga sama orang yang dimaksud. Suram.
Orang yang curcol dengan mencet tombol fav itu berharap orang yang ditargetin sesekali kepo dan buka Twitter profile dia, dan liat tab favorite-nya.
Lewat Capture-an
Sesungguhnya kali ini kita masuk ke beberapa cara curcol paling rendah. Salah satunya adalah lewat capture-an ini.
Dia hanya berani mengumpulkan semua yang menurutnya pas banget sama apa yang dia rasain, terus dipendem di gallery HP. Perasaannya dipendem, curhatan-curhatannya pun dipendem.
Palingan kalo berani, sebatas ngejadiin capture-an itu sebagai profile picture atau avatar doang.
Lewat Notepad
Ini juga salah satu curcol yang tingkat keberaniannya paling rendah. Biasanya dilakukan sebelum tidur, abis stalking-stalking lucu, terus dapet hasil yang nggak diinginkan, lalu menulislah dia di notepad HP-nya.
Penginnya sih dikirim, tapi kan ada yang nggak dia punya: keberanian.
Lewat Alter-akun
Ini nih. Curcol yang tingkat keberaniannya paling paling rendah. Dia bikin akun baru, yang username-nya nggak peduli nggak usah bagus-bagus. Lebih ngaco lebih baik karena biar nggak banyak yang tau. Biasanya akunnya digembok. Followingnya dikit, bisa jadi si target curcol doang. Contoh profile dan bionya kayak gini:
akun curcol
Isinya macem-macem. Bisa curcol tentang gebetan, nyindir-nyindir, atau melakukan hal-hal kayak di atas.
Jadi, kesimpulannya, zaman sekarang buat tau perasaan seseorang bisa semudah ngecek tab favorite di Twitter-nya, atau buka gallery di HP-nya cari capture-an chat, gambar, quote, atau twit.
Zaman sekarang…
Semakin mudah untuk curcol, tapi malah semakin susah untuk dipekain.
Sebenernya ada juga sih yang curhat di blog atau tumblr gitu
kayak guetapi itu termasuk salah satu yang punya keberanian, dan sesuatu yang positif. Dia bisa mengkonversi kegalauannya menjadi sesuatu. Apalagi kalau curhatannya bermanfaat buat orang, itu akan lebih baik.
Dan mungkin ada juga sih yang masih pake buku diary beneran. Buku fisik gitu.
Pada dasarnya, kita butuh media untuk mengeluarkan isi hati dan pikiran. Karena yang harusnya keluar itu kalo nggak dikeluarin, bikin gelisah.

 sumber : daraprayoga.com
Like the Post? Do share with your Friends.

0 komentar:

Posting Komentar

Google Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Cute Rocking Baby Monkey
 
;