Entah kenapa, gue rasa makin ke sini makin banyak orang yang
menganggap janji itu sepele, janji bukan lagi sesuatu yang sakral, dan
janji nggak lagi sakti.
Nggak tau pasti apa penyebabnya. Apakah karena terlalu banyak orang
berjanji lalu nggak ditepati, atau terlalu banyak yang berjanji tapi
menepatinya secara diam-diam. Tapi satu hal yang gue sadari, janji
adalah sesuatu yang nggak bisa keluar begitu aja, khususnya bagi
laki-laki.
Janji itu kayak jokes. Semakin sering dikeluarkan, semakin berkurang
kekuatannya, dan semakin muaklah orang yang mendengarnya. Makanya,
semakin banyak janji, justru semakin meragukan.
Berkurangnya kesakralan janji ini semakin terlihat ketika seleb-seleb
di TV seenak jidat bisa nikah dan cerai, sampai ditambah
ngemeng-ngemeng para pejabat yang bilang “TIDAK!” tapi nyatanya korupsi
juga.
Tampilkan postingan dengan label Create By Dara Prayoga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Create By Dara Prayoga. Tampilkan semua postingan
Sudah…
Sudah… Gak perlu meratapi Aurel yang baru dua bulan pacaran tapi udah
dikasih cincin tapi kamu yang udah berbulan-bulan pedekate, dikasih
kepastian aja nggak.
Kali ini gue mau nge-share beberapa jenis pacaran. Mungkin bisa
dibilang jenis-jenis pacaran ini adalah jenis-jenis pacaran yang
#pahit. Disimak ya…
Kalo nggak juga gak apa-apa sih.
.
Kalo nggak juga gak apa-apa sih.
.
Ternyata menjalani weekend (khususnya malam Minggu) nggak semenyedihkan kedengerannya. Ketika sendiri, gue jadi punya lebih banyak waktu buat mengamati. Gue jadi bisa belajar banyak hal. Dan gue akan berbagi ke kalian apa aja yang berhasil gue pelajari beberapa hari belakangan ini.
Meskipun bisa dibilang udah alumni dari dunia per-kost-an karena sekarang gue tinggal di kontrakan, sepertinya gue masih belum bisa menghilangkan kebiasaan gue sebagai anak kost. Salah satu contohnya adalah gue membalikkan botol-botol ketika akhir bulan menjelang. Botol saos, kecap, botol shampoo –bahkan yang ini kadang suka ditambah air–. Dan kebiasaan anak kost gue yang nggak bisa hilang sampe sekarang adalah semangat yang menggebu-gebu kalo denger makanan gratisan.
KAPAN SIH LO YANG DULUAN? KENAPA HARUS GW
DULU? LO KAN COWO, HARUSNYA PEKA -_- LO TAU GAK SIH DISINI GW NUNGGU,
DAN SELALU NUNGGU !
Harusnya lo sadar! Gua yg udah nunggu lo. Tau diri dikit npa. Sadar siapa diri lo yg dulu siapa diri lo yg skrg. Beda baanget!
Lo tau kan nunggu itu capek? Ngerti dong 'harusnya'.Namun perasaan cinta bukanlah bangkai. Meski terselip dalam sebuah hubungan rumit bernama “pertemanan”, perasaan tetaplah perasaan. Gue orang yang percaya pada sebuah ungkapan…
Orang yang jatuh cinta itu aneh. Jatuh cinta berarti punya kebiasaan baru… yang aneh. Kebiasaan baru yang selalu berhubungan sama dia yang membuat jatuh cinta. Anehnya, orang yang jatuh cinta gak pernah merasa dirinya aneh, bahkan keanehan pada diri orang yang membuat jatuh cinta gak pernah dianggap aneh oleh mereka yang sedang jatuh cinta.
Membaca kalimat di atas aneh, kan?
Aku lupa sudah berapa kertas dari bukuku yang kutuliskan namamu di atasnya.Masa-masa sekolah, layaknya yang digambarkan di televisi, selalu penuh dengan kenangan-kenangan. Masa-masa itu yang paling berkesan. Ada yang diisi dengan kebahagiaan, tapi berakhir dengan kepahitan.
Setiap pagi, mungkin ada dari kamu yang begitu semangat datang ke sekolah cuma karena ada dia yang dipuja. Sesampainya di sekolah, langsung sepik-sepik lewatin kelas dia, cuma pengin tau dia udah datang atau belum. Malahan ada juga yang selalu merhatiin tempat parkir, biar tau berarti dia udah datang kalau ada motor dia terparkir di sana.
Kadang kita nggak sadar sudah menunggu selama apa untuk bertemu dengan orang yang tepat.
Gue nggak pernah mengerti gimana seseorang bisa jatuh cinta. Hal-hal seperti itu bisa semudah berlempar senyum lalu melayangkan jabatan tangan kemudian bertukar nama. Ada juga yang nggak berdaya membendung cinta yang berhasil merangsek masuk ke dinding-dinding hati akibat kebiasaan-kebiasaan yang tidak sengaja dilakukan bersama. Bahkan ada yang bersusah payah untuk jatuh cinta dengan menunggu… entah berapa lama akhirnya masing-masing dari diri mereka menyadari kalau itu cinta.
Manusia itu suka mencari-cari. Mencari uang, mencari ilmu, mencari pacar, sampai mencari kepastian. Yang pasti semuanya berakar dari mencari kebahagiaan, dan rasa aman. Makanya nggak heran juga orang mencari-cari suatu hal yang mereka gunakan sebagai topeng yang memberikan mereka rasa aman (walau semu), yaitu alasan.
Kalian bisa nggak ngebayangin kayak apa sekarang
perasaan buku diary? Dia mulai ditingalin. Mulai kamu anggurin. Bahkan
mungkin ketika kamu ditanya gimana keadaan buku diary terakhirmu
sekarang, kamu nggak bisa jawab.
Memang buku diary jadi terlupakan, termarjinalkan, karena kehadiran social media yang begitu memanjakan. Sekarang, curhat nggak butuh lagi buku diary. Karena sekarang ada…
Yak. Curhat zaman sekarang semudah menekan tombol RT di smartphone. Ya dengan ditambahin “RTbkncrcl” (singkatan gawl dari RT bukan curcol) di depannya biar nggak keliatan curcol banget.
Namun kenyataannya, segitu mudahnya curhat aja, masih ada banyak orang yang nggak berani curcol. Harus mikir berkali-kali dulu. Takut ketauan. Aneh. Dia pengin perasaannya itu diketahui sama sang target, tapi terlalu takut untuk –bahkan cuma– ngasih kode.
Gara-gara fenomena tadi, jadilah ada beberapa tingkatan curcol yang terbagi:
Memang buku diary jadi terlupakan, termarjinalkan, karena kehadiran social media yang begitu memanjakan. Sekarang, curhat nggak butuh lagi buku diary. Karena sekarang ada…
Yak. Curhat zaman sekarang semudah menekan tombol RT di smartphone. Ya dengan ditambahin “RTbkncrcl” (singkatan gawl dari RT bukan curcol) di depannya biar nggak keliatan curcol banget.
Namun kenyataannya, segitu mudahnya curhat aja, masih ada banyak orang yang nggak berani curcol. Harus mikir berkali-kali dulu. Takut ketauan. Aneh. Dia pengin perasaannya itu diketahui sama sang target, tapi terlalu takut untuk –bahkan cuma– ngasih kode.
Gara-gara fenomena tadi, jadilah ada beberapa tingkatan curcol yang terbagi:
Makanya, ketika orang nggak suka sama di sekitarnya, dia lari ke Path. Ketika nunggu dan bete, lari ke Twitter. Karena perbedaan dunia ini, memungkinkan apa yang terjadi di keduanya justru berbeda drastis.
Ada yang aslinya pendiam, tapi bawel di timeline. Ada yang aslinya bawel, tapi kalo nggak doyan ngetwit. Tapi ada juga sih yang aslinya bawel, di timeline juga bawel. Itu sih spamming abis.
Orang-orang yang lagi sibuk banget, nggak akan bisa ngetwit panjang-panjang yang fokus dengan kualitas bagus banget. Makanya ketika kalian sibuk ngerjain tugas dan semacamnya, akan sangat jarang ngetwit. sekalipun ngetwit, cuma selewat aja.
Create By Dara Prayoga
0
komentar
Ngapain Sih Sebenernya Seseorang (Khususnya Cewek) Bales Pesannya Lama
Di kehidupan yang penuh kegaulan dan modernitas kayak sekarang semakin banyak geng yang merajalela. Setelah beberapa tahun lalu kita sempet heboh sama yang namanya geng Nero, terus beberapa waktu belakangan ini diramein sama geng motor, kali ini anak-anak muda direpotkan sama satu geng yang sungguh bikin ketar-ketir. Geng si. Gengsi.

.jpg)











- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact